Menurut pandangan sosiolog, usia muda menjadi puncak
perkembangan seseorang. Kemampuan berpikir kaum muda barkembang sedemikian rupa
sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan alternatif pemecahan masalah
dengan kemungkinan akibat atau hasilnya. Bahkan mereka dapat berpikir
multidimensional layaknya para ilmuan. Kaum muda adalah sosok individu yang
kuat,tahan uji, dan memiliki semangat menggelora. Pemuda Indonesia mengikrarkan
sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Jenny M.T. Hardanto,guru besar Universitas
Indonesia menyebutkan bahwa sumpah pemuda merupakan akumulasi perjuangan
sejarah dalam periode penjajahan sejak Kebangkitan Nasional 1908. Ikrar yang
diucapkan pada masa itu merupakan semangat nasionalisme yang memuat empat
prinsip, yaitu kemandirian, kesetaraan, kemerdekaan, dan identitas. Remaja dan
generasi muda merupakan bagian terbesar dari bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
generasi muda perlu memerhatikan keadaan diri dan perkembangan masyarakat di
sekitarnya. Dalam beberapa hal, sikap ini dibutuhkan untuk menunjang
keberhasilan. Bangsa Indonesia mengharapkan generasi muda yang mempunyai watak
sosial tinggi, suka bergotong royang, dan memerhatikan kepentingan orang lain.
Remaja ibarat intan yang belum diasah. Remaja masih belajar tentang identitas
diri. Remaja masih perlu mengenal dirinya sendiri. Tidak mengherankan, jika
remaja terpusat pada diri sendiri. Akan tetapi, sikap egois akan menghambat
peran orang lain dalam perkembangan jiwanya. Remaja akan merasa bahwa dirinya
dapat menjalani kehidupan dengan sendiri. Artinya, remaja tersebut telah
melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial sekaligus sebagai makhluk ekonomi.
Lupa pada kodratmya sebagai makhluk sosial, mengakibatkan munculnya sikap tidak
ramah terhadap lingkungan. Bahkan, jika sikap ini dibiarkan bisa menjadi jurang
pemisah antara remaja dengan lingkungan sekitar. Untuk menjadi generasi muda
yang berprestasi tidak semudah dengan kita membalikkan telapak tangan. Usia
muda adalah usia pencarian jati diri sehingga banyak konflik yang dihadapi,
baik konflik dalam dirinya maupun dengan orang lain. Dalam proses pencaharian
jati diri, tarkadang generasi muda menyerap berbagai informasi dari pergaulan
atau pertemanan, serta nilai-nilai baru dari media masa yang semua itu menjadi
bagian dari bembentukan diri generasi muda. Meraih prestasi adalah sebuah
proses. Ada langkah-langkah tertentu yang harus dilalui. Pada dasarnya
tiap-tiap individu secara tidak sengaja terus mengembangkan dirinya dari waktu
ke waktu. Misalnya, ketika kita naik sepeda, mengendarai motor, berenang, dan
masih banyak contoh yang lainnya. Proses pencapaian prestasi seseorang memang
tidak selalu mulus. Tokoh penemu yang paling berperan dalam peradaban manusia,
Thomas Alva Edison, sepertinya lebih banyak menggunakan intelektualnya
dibandingkan dengan emosinya, padahal ia menyebutkan bahwa keberhasilannya
adalah hasil dari 1% bakat dan 99% kerja keras. Potensi adalah mengenai “ siapa
saya?” dan kemampuan yang dimiliki untuk dapat menyelesaikan sesuatu yang baik.
Pada dasarnya, setiap orang dibekali oleh Tuhan dengan potensi diri, tetapi
kita sering tidak menyadarinya. Padahal jika kita tahu seberapa besar potensi
yang ada pada diri kita, kita bisa mengembangkan kemampuan dan meraih banyak
kesempatan untuk berprestasi. Agar tidak terjebak dengan pemahaman diri yang
salah, mula-mula kita harus melakukan observasiuntuk mengenal diri. Alangkah
sulitnya seseorang yang ingin berkembang tetapi tidak mengenal dirinya sendiri.
“mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri sekaligus mengetahui kekuatan dan
kelemahan lawan, maka 100 kali berperang 100 kali menang. Sementara, mengetahui
kekuatan dan kelemahan diri sendiri tetapi tidak mengetahui kekuatan dan
kelemahan lawan, maka 100 kali barperang, 50 kali menang 50 kali kalah.
Sebaliknya, tidak tahu kekuatan dan kelemahan diri sendiri maupun kekuatan dan
kelemahan lawan, maka 100 kali berperang 100 kali pasti kalah.”(strategi perang
Sun Tzu). Ada beberapa sikap yang menghambat untuk menjadi bangsa berkualitas
melalui generasi muda berprestasi :
- Tidak mampu mengatur diri
- Nilai pribadi yang tidak jelas
- Pribadi yang kerdil
- Memiliki kreativitas yang rendah
- Kemampuan manajerial rendah
- Kemampuan interpersonal rendah
Farid Firmansyah berhasil menjadi juara
dalam kategori kelompok umur 15 Tahun pada kejuaraan catur pelajar dunia “wor!d
school chess championship” yang berlangsung di Halkidiki, Yunani, pada tanggal
28 April hingga 5 Mei 2007. Setiap orang memiliki potensi untuk maju dan
berkembang. Artinya, remaja memiliki tugas untuk membuktikan bahwa dirinya
sebagai sosok yang memiliki kemampuan. Berilah semangat pada diri sendiri,
“saya bisa, saya mampu”. Semangat yang inilah yang dapat menghipnotismu bahwa
kita dapat melakukan sesuatu. Dengan demikian, kita akan lebih memiliki rasa
percaya diri yang tinggi. Selain itu, agar kamu memiliki rasa percaya diri yang
lebih kuat, kita harus menghadapi masalah yang datang dari lingkungan sekitar.
Kondisi ini akan mendorong kita untuk memiliki perasaan positif terhadap diri
sendiri. Bakat merupakan dari faktor bawaan dan pengaruh lingkungan. Apabila
seseorang terlahir dengan suatu bakat khusus, jika dididik dan di latih, bakat
akan menjadi sebuah prestasi. Untuk mengembangkan bakat menjadi prestasi bakat
dibutuhkan motivasi kuat yang disebut minat, yaitu kebebasan seseorang memilih
segala sesuatu yang disukai, disenangi, dan ingin dilakukan. Selain bakat,
prestasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya. Apabila kepribadian
seseorang tidak positif, prestasi yang bersangkutan tidak akan sukses, walaupun
faktor pendukung kesuksesan yang lain dimilikinya. Menurut Dale Carniegie, ada
tiga faktor yang bisa mendukung kesuksesan seseorang, yaitu ilmu pengetahuan
(knowlegde), keterampilan(skill), dan sikap (behaviour). Ada sepuluh cara jitu
meningkatkan prestasi di sekolah yaitu :
- Jadilah seorang pemimpin
- Mendengarkan
penjelasan guru dengan baik
- Jangan malu untuk bertanya
- Kerjakan pekerjaan
rumah dengan baik
- Ulangi pelajaran yang
telah diberikan di sekolah
- Jaga keseimbangan aktivitas
- Banyak berlatih
pelajaran yang kurang disuka]
- iIkutilah kegiatan ekstrakurikuler yang
di senangi
- Carilah seorang
pembimbing yang baik, yang bisa mengajarimu
Bansa Indonesia sering dianggap “sebelah mata”
oleh bangsa-bangsa lain karena keadaan ekonomi yang masih terpuruk, bencana
alam, korupsi yang merajalela, dan rendahnya daya saing di berbagai bidang
kehidupan. Kondisi ini terkadang membuat banyak kalangan pesimis bahwa bangsa
ini mampu menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yang
tinggi. Akan tetapi, bangsa ini tidak boleh putus harapan karena masih banyak
generasi muda yang berprestasi di bidang kehidupan. Mereka menjadi semangat
sekaligus inspirasi bagi generasi muda yang lain untuk terus meningkatkan
kualitas diri. “Belajar adalah benang yang membujur dan pengalaman adalah
benang-benang yang melintang dalam membuat suatu tenunan pengetahuan
praktis”(Herold Sherman).